Ia juga menjadi salah satu aktivis yang ikut menyuarakan demokrasi di zaman Orde Baru Soeharto. Bahkan, ia pernah ditangkap dan dipenjara selama tujuh puluh hari karena disebut menyebarkan kebencian dan menghadiri pertemuan politik "anti-revolusioner". Setelah hal itu, Ratna Sarumpaet terus bergerak menjadi aktivis. Bahkan, Ratna Sarumpaet memiliki organisasi yang dibangunnya, yakni Ratna Sarumpaet Crisis Centre.
Kehidupan pribadi
Besar dengan keluarga Kristen, Ratna Sarumpaet memutuskan untuk pindah agama Islam dan menjadi mualaf. Dirinya dikatakan sudah tertarik pada Islam di masa remajanya. Namun baru menjadi seorang mualaf setelah menikah dengan seorang pengusaha berdarah Arab-Indonesia, Ahmad Fahmy Alhady pada tanggal 25 Juni 1972.
Dari pernikahannya itu, ia dikaruniai empat orang anak yaitu, Mohamad Iqbal, Fathom Saulina, Ibrahim , dan salah satunya menjadi artis yakni Atiqah Hasiholan. Namun, hubungannya dengan suaminya berakhir dengan perceraian pada 23 November 1985.
Hingga saat ini Ratna Sarumpaet diketahui masih aktif melakukan berbagai kegiatannya. Selain kasus Nyepi ini, beberapa kali mertua Rio Dewanto ini juga sempat alami masalah lainnya. Ia pernah terlibat kasus hoaks dan mengaku dianiaya orang tak dikenal di Bandara Husein Sastranegara.