Tidak banyak yang mendokumentasikan riwayat karir sang rektor ini. Namun diketahui pada tahun 2014 dirinya pernah menjadi calon hakim konstitusi dan pernah diuji oleh Komisi III DPR. Ia juga berstatus sebagai dosen aktif di Universitas Pancasila.
Nama Edie Toet juga cukup terkenal sebagai seseorang yang mengangkat usaha rakyat kecil. Pada salah satu kesempatan, ia pernah menyatakan bahwa produk kerupuk di daerah Tulungagung memiliki rasa yang lezat, yang menjadi salah satu ‘karya’-nya untuk masyarakat.
Kasus yang Menjerat Dirinya
Laporan polisi sendiri dilayangkan oleh korban yang berinisial RZ, dan merupakan pegawai di universitas tersebut. Laporan diberikan ke kepolisian pada tanggal 12 Januari 2024 lalu, atas dugaan pelecehan yang dilakukan pada Februari 2023.
Pada laporan tersebut dinyatakan bahwa sang rektor melakukan tindakan mencium pipi korban, dan memegang bagian sensitif dari korban.
Namun demikian hal ini dibantah oleh pengacara ETH, Raden Nanda Setiawan. Pihaknya menyatakan laporan ini didasarkan atas laporan yang tidak benar dan tidak pernah terjadi peristiwa seperti yang disebutkan.
Itu tadi sekilas tentang siapa rektor Universitas Pancasila yang dipanggil polisi atas dugaan kasus pelecehan seksual, semoga berguna.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Baca Juga: Bantah Berbuat Cabul, Rektor UP Prof Edie Curigai Balik Laporan Bawahannya