Semakin lama Seoharto makin panas dengan berbagai kritikan Soemitro. Ia bahkan menyampaikan pesan melalui Titiek untuk disampaikan pada mertunya.
Kala itu, Soeharto menyebut priyai sepuh yang masih radikal saja. Hal itu dibalas oleh Soemitro yang menyebut bahwa dirinya sulit berubah apalagi di usia senja.
Kritikan-kritikan Soemitro terus berlanjut hingga Soeharto lengser pada 1998. Kala itu, Prabowo juga dipaksa pensiun dini dari jabatannya sebagai Pangkostrad.
Setelah reformasi, Prabowo dan Titiek dikabarkan bercerai.