Suara.com - Brand Alfamart menjadi salah satu gerai minimarket yang paling dikinal warga Indonesia. Bagaimana tidak? Keberadaan minimarket ini mudah ditemui di berbagai daerah.
Tercata pada 2023 saja, jumlah toko Alfamart sudah mencapai 18.435 di seluruh Indonesia.
Namun siapa sangka, gerai Alfamart juga menjamur di negeri tetangga, yakni Filipina. Ekspansi Alfamart di Filipina itu dibagikan oleh salah satu netizen di Twitter (x).
"Beberapa hari di Filipina yang membuat saya agak kaget adalah betapa kencangnya inflitrasi bisnis Indonesia di sini," tulis akun @/adriansyahyasin, Kamis (25/1/2024).
Bahkan gerai Alfamart di sana juga menjual berbagai produk sehari-hari dari brand Indonesia.
"Alfamart sudah ada di tiap pengkolan Barangay, produk Indonesia kayak Indomie, Tolak Angin, dan produk Mayora kayak Kopiko, Le Minerale dll sudah ada dimana-mana," sambung akun tersebut.
Sebagai informasi, pemilik Alfamart adalah Djoko Susanto. Pria kelahiran Jakarta ini diketahui memulai bisnisnya sejak 33 tahun lalu, tepatnya pada Februari 1989.
Djoko Susanto kala itu mengembangkan warung kelontong orang tuanya, Sumber Bahagia, yang awalnya hanya fokus menjual bahan makanan. Di tangannya, warung tersebut memperluas produknya dengan menjual rokok dan berkembang pesat.
Kemudian pada 1989-an, Putera Sampoerna yang memiliki perusahaan tembakau dan cengkeh melirik perkembangan usaha Djoko Suasanto.
Baca Juga: BRImo Memudahkan Bayar Belanjaan di Minimarket, Makin Praktis Tanpa Bawa Uang Tunai

Keduanya lantas sepakat bekerja sama membuka 15 kios rokok di Jakarta. Kerja sama itu rupanya berlanjut dengan membuat toko dan supermarket.