Riwayat Pendidikan Bahlil Lahadalia, Bangga Kinerjanya Lebih Baik dari Tom Lembong yang Lulusan Harvard

Kamis, 25 Januari 2024 | 13:06 WIB
Riwayat Pendidikan Bahlil Lahadalia, Bangga Kinerjanya Lebih Baik dari Tom Lembong yang Lulusan Harvard
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahli Lahadalia/Achmad Fauzi
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Selama berkuliah, Bahlil menjalin hubungan baik dengan para pengusaha lokal. Setelah berhasil mendapatkan gelar sarjana ekonomi, Bahlil sempat bekerja di Sucofindo sebelum akhirnya ia memilih untuk menjadi pengusaha dengan membangun 3 perusahaan.

Bahlil sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Dari perkumpulan itulah, Bahlil bertemu dengan Jokowi yang akhirnya menjadi Presiden RI. Persahabatan keduanya pun membuat Jokowi akhirnya mengangkat Bahlil sebagai Menteri Investasi di kabinetnya.

Sindiran Bahlil ke Tom Lembong

Bahlil secara tersirat menyindir Tom Lembong dengan membandingkan pendidikan mantan Kepala BKPM tersebut yang lulusan Harvard dengan dirinya yang merupakan lulusan STIE lokal. Menurutnya, kinerjanya sebagai Kepala BKPM lebih bagus daripada lulusan Harvard tersebut.

"Jadi inilah sebenarnya perbandingan antara pejabat terdahulu yang tamatan Harvard, yang sekolahnya hebat, dengan pejabat sekarang yang merupakan lulusan STIE Port Numbay, alumni Jayapura," sindir Bahlil yang diduga ditujukan kepada Tom Lembong.

Tak hanya itu, Bahlil juga menyinggung soal proyek mangkrak yang disebutnya tak dijalankan dengan baik selama masa jabatan Tom Lembong. 

"Waktu pertama kali saya masuk BKPM itu Oktober 2019. Ternyata saya sudah diwariskan oleh pemimpin terdahulu (Tom Lembong) investasi mangkrak sampai Rp708 triliun. Tapi Alhamdulillah tidak lebih dari 3 tahun, investasi mangkrak tersebut bisa kita eksekusi hingga Rp 558 triliun atau setara 78,9% dari anggaran," ungkap Bahlil.

Lagi-lagi, sindiran menohok Bahlil kepada Tom Lembong juga membandingkan soal almamater keduanya.

"Pemimpin terdahulu kami itu ternyata gak bisa menyelesaikannya. Ya memang kalau ilmu lapangan, tidak ada itu ilmunya di Harvard. Terutama masalah-masalah di lapangan. Kalau bahasa saya itu seperti hantu. Yang bisa menyelesaikan masalah di lapangan itu kalau gak dia pernah jadi hantu, atau bergaulnya dengan hantu," ucap Bahlil.

Baca Juga: Luhut Umbar Dosa Besar Tom Lembong saat Jadi Mendag dan Kepala BKPM: Engga Beres

Kontributor : Dea Nabila

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI