Suara.com - Ijazah calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka kembali diungkit publik usai Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyinggung hal tersebut pada debat keempat Minggu, 21 Januari 2024 lalu.
Baru-baru ini, potret ijazah Gibran Rakabuming Raka pun menjadi sorotan dan beredar di media sosial setelah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menunjukkannya pada November 2023 lalu di depan awak media. Dalam ijazah tersebut tertulis, Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan di University of Bradford. Ia mendapatkan gelar Bachelor of Scince of Marketing.
Sementara untuk award atau nilai yang didapatkannya saat lulus dari University of Bradford adalah Second Class Honours Second Division.
Menjadi sorotan, akun X @BangBudiKur, pria yang merupakan pengajar Ilmu Politik asal Indonesia di Amerika Serikat ini menyebut jika nilai tersebut sebenarnya cukup rendah. Bahkan, dengan nilai tersebut, seseorang tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Berdasarkan panduan dari University of Bradford, nilai yang diperoleh lulusan dengan nilai Second Class Honours - Second Division sebesar 48 persen. Apabila dikonversi ke nilai Indonesia, nilai tersebut setara dengan IPK 2.60 sampai 2.79.
Sementara menurutnya, nilai tersebut setara dengan IPK 2.3 di Indonesia.
"Gibran itu lulus S1 dapat nilai lower second class honours (setara 48). Untuk nilai segitu, daftar kuliah master aja susah diterima. Itu setara IPK 2.3 kalau sistem Indonesia," ujar akun @BangBudiKur.
Tentu saja hal tersebut menjadi kehebohan baru bagi banyak netizen yang tak menyangkan dengan nilai ijah Gibran Rakabuming Raka tersebut. Bahkan IPK 2.3 menjadi trending di platform X hari ini, Selasa (23/1/2024).
"Yang susah nyari kerja karena ipk nya rendah, bisa nyawapres aja," kata @ainxxxx.
"IPK 2,3 nyari kerja aja uda ga ada lowongannya," ungkap @_indxxxx.