Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kairo. Tak hanya bersekolah di Mesir, Buya Syakur pun kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan Ilmu Al-Qur’an di Libya pada tahun 1977.
Kemauan besar Buya untuk terus belajar pun berhasil menghantarkannya meraih gelar magister di bidang sastra linguistik di Tunisia pada tahun 1981. Buya kembali melanjutkan mimpinya untuk mencapai gelar doktor di tahun 1985 dengan konsentrasi dialog teater.
Buya Syakur yang telah menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk belajar di luar negeri pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1991.
Selama belajar di luar negeri, Buya Syakur pun menjalin hubungan baik dengan para ulama ulama besar Indonesia seperti Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Al Ustadz Quraish Shihab.
Sepulangnya ke Indonesia, Buya Syakur langsung mengabdikan diri ke Indramayu dan mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Cadangpinggan di tahun 2000. Beliau pun terus aktif berdakwah dan menjadi salah satu pengkaji Qur'an di Indonesia.
Syiar agama Islam yang terus diperjuangkan Buya pun berkembang hingga dakwah melalui media sosial. Melalui kanal YouTube KH Buya Syakur Yasin Ma, beliau pun sering mengunggah konten-konten dakwah hingga berhasil mencapai 1,16 juta subscribers.
Selamat jalan, Buya Syakur.
Kontributor : Dea Nabila
Baca Juga: Profil Supachai Chaided, Aktor Kemenangan Thailand Hajar Kirgistan di Piala Asia 2023