Suara.com - Pernikahan Pangeran Mateen dan Anisha Rosnah jadi sorotan internasional, termasuk lokasi tempat akad nikah dilangsungkan, yaitu Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Bandar Seri Begawan.
Pernikahan putra ketiga Raja Brunei Darussalam, Sultan Bolkiah, jadi sorotan publik termasuk masyarakat Indonesia karena sempat datang ke Bali mendampingi sang ayah di acara KTT ke-43.
Hari ini, Kamis (11/1/2024), Pangeran yang sempat mencuri perhatian masyarakat Indonesia saat acara KTT ke-43 di Bali itu berhasil melantangkan ijab kabul di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin dalam satu kali tarikan napas.

Setelah dinyatakan sah oleh para saksi, prosesi pernikahan disusul dengan tembakan 17 meriam yang menandakan pernikahan keluarga kerajaan sudah selesai.
Berikut ini sejarah dan keistimewaan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin tempat akad nikah Pangeran Mateen dan Anisha Rosnah.
1. Ikon Kerajaan Brunei Darussalam
Rumah ibadah ini jadi ikon kesultanan Brunei Darussalam karena namanya diambil dari sultan ke-28, yaitu Sultan Umar Ali Saifuddin III, yang menjabat sebagai penguasa Brunei Darussalam pada periode 1950-1967. Dia pula yang menggagas pendirian masjid yang berlokasi di Bandar Seri Begawan, yang merupakan ibukota Brunei Darussalam.
2. Menelan Biaya Rp148 Miliar
Masjid yang selesai dibangun pada 1958 ini dipastikan memakan biaya Rp 9,2 juta dolar atau setara Rp148 miliar. Desainnya sendiri terinspirasi dari gaya arsitektu corak India, atau tepatnya Kesultanan Mughal. Namun, ada pula perpaduan dengan unsur-unsur budaya lokal Melayu dan gaya renaisans Italia.
Baca Juga: Anak Sultan Brunei Darussalam, Kenapa Mahar Nikah Pangeran Mateen - Anisha Rosnah Cuma Rp 11,7 Juta
Adanya unsur Eropa dalam desain masjid tidaklah mengherankan, mengingat perancangnya merupakan arsitek berkebangsaan Italia, Cavalieri R Nolli. Namun, cetak biru masjid ini tetap dengan arahan Sultan Brunei.