Sedangkan untuk corak batik pedalaman umumnya tidak digambar secara eksplisit sebuah burung. Misalnya hanya sebagian seperti hanya sayap, paruh atau kepala burung yang ada di corak kain batik tersebut.
"Contoh batik pesisir ini seperti yang saya bawa itu batik koja di Jakarta Utara, Cirebon, Pekalongan, Indramayu. Kalau batik pedalaman itu batik Yogyakarta, Solo, Kediri dan biasanya memiliki kerajaan," jelas Hamim.

Hamim mengatakan bagi orang yang belum pernah mencoba membatik, kegiatan ini sangatlah menantang tapi sekaligus juga bisa memberikan edukasi bahwa selembar kain batik harus melalui proses yang sangat panjang dan lama. Bahkan bisa memakan waktu hingga bulanan, ini jadi sebab harga kain batik tulis tidak murah di pasaran.
Apalagi membatik butuh kesabaran, ketenangan dan ketelitian karena mengoleskan lilin menggunakan canting maupun malam secara perlahan juga memerlukan teknik khusus, termasuk juga teknik memegang kain batik.
"Jadi memegang canting itu tidak boleh seperti dituang, nanti lilinnya malah tumpah semua, tapi harus setinggi 45 derajat. Lalu untuk kain kecil juga dijepit antara jempol dan telunjuk, jadi tidak diletakan di telapak tangan karena tangannya bisa terkena tetesan lilin," papar Hamim dengan bersemangat.
Adapun hasil dari membatik ini terdiri dari kain 20x20 centimeter bermotif bunga dan daun, dengan warna biru cerah serta garis corak berwarna putih hasil dari penempatan lilin di kain saat proses membatik. Menariknya dari seluruh peserta ini, dipilih satu karya terbaik yang berhasil memenangkan voucher persembahan Accor Greater Jakarta.