Suara.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh Dokter Qory Ulfiyah Ramayanti atau Dokter Qory sedang menjadi sorotan publik.
Setelah sempat melaporkan perbuatan KDRT yang dilakukan sang suami Willy Sulistio ke polisi, Dokter Qory dikabarkan bakal mencabut laporan tersebut.
Hal ini sontak saja memancing berbagai respons dari publik, tak terkecuali dari pengajar Dokter Qory semasa berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Melalui akun X miliknya, awalnya sosok pengajar di Unsoed itu menyebut jika Dokter Qory mengalami kekerasan semenjak masih berpacaran dengan Willy Sulistio.

"Korban lulusan FK tempat saya mengajar, teman-temannya cerita kekerasan sudah dia alami sejak masih pacaran," ujar sosok yang mengaku sebagai salah satu dosen Dokter Qory, dikutip dari akun X @/bedahplastik Selasa (21/11/2023).
Lebih lanjut, sosok tersebut membeberkan jika dulu banyak teman-teman kampus Dokter Qory yang merasa geregetan dengan sikap wanita berusia 37 tahun tersebut.
Penyebabnya karena meskipun kerap menerima kekerasan, Dokter Qory tetap mempertahankan dan menerima Willy Sulistio.
"Kawannya juga geregetan dan pasrah dengan pola pikir korban yang gemesin, begini balik lagi ke pelaku entah apa alasannya," lanjut akun X @/bedahplastik.
Lantaran mengetahui perilaku Dokter Qory yang dari semasa pacaran sudah bucin, kabar wanita kelahiran Purwokerto tersebut bakal mencabut laporan polisi pun bukan lagi hal yang mengagetkan bagi teman-teman semasa kuliahnya.
Baca Juga: Belajar Dari Kisah Dokter Qory, Psikolog Ungkap Cara Lepas dari KDRT
"Makanya berita cabut laporan itu kayak meme," pungkasnya.