1. Tensi Membangun (Buildup of Tension)
Awalnya, terdapat ketegangan dan stres di dalam hubungan. Komunikasi mungkin memburuk, dan perasaan marah atau frustrasi mulai muncul. Pasangan mungkin merasa takut atau cemas.
2. Kejadian Kekerasan (Explosion of Violence)
Ketegangan yang terakumulasi mencapai puncaknya, dan eksplosi kekerasan terjadi. Ini bisa mencakup tindakan fisik, verbal, atau emosional yang merugikan. Pelaku kekerasan mungkin melepaskan emosi mereka dengan cara yang merugikan pasangan atau anggota keluarga lainnya.
3. Mulai Menyesal atau Berupaya Damai (Remorse or Reconciliation)
Setelah kejadian kekerasan, pelaku mungkin merasa penyesalan atau penyesalan. Mereka bisa merayu atau meminta maaf kepada korban. Mereka mungkin menjanjikan perubahan dan berusaha untuk mendamaikan hubungan.
4. Fase Calm Tenang dan Bulan Madu
Setelah permintaan maaf atau usaha damai, hubungan mungkin sementara menjadi tenang. Tidak ada kekerasan yang terlihat, dan suasana mungkin tampak normal. Namun, ini seringkali hanya fase yang bersifat sementara sebelum siklus dimulai kembali.
Baca Juga: Belajar Dari Kasus KDRT Dokter Qory, Ini 8 Tanda Lelaki Kasar yang Bisa Dilihat Sebelum Menikah