Melihat dari situs Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, M. Tabrani juga dikenal sebagai sosok penggagas bahasa persatuan Indonesia.
M. Tabrani gugur pada 12 Januari 1984 dan disemayamkan di TPU Tanah Kusir Makan ini juga menjadi situs memori untuk mengenang hasa M. Tabrani yang telah melahirkan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
3. Bataha Santiago
Pahlawan selanjutnya datang dari Kerajaan Manganitu, Bataha Santiago telah memimpin kerajaan tersebut selama periode tahun 1670-1675.
Kala itu, Bataha dengan berani menolak perjanjian persahabatan yang diajukan oleh Gubernur Belanda, Robertus Padtbrugge. Ia melakukan hal ini karena tidak mau tunduk pada pemerintahan Belanda.
Namun, keputusan tersebut memiliki konsekuensi nyawanya yang terpancung pada tahun 1675 di Tanjung Tahuna.
Ia juga membina hubungan baik dengan Belanda yang kemudian menjadi sekutu rakyat Minahasa dalam melawan Spanyol.
4. KH Ahmad Hanafiah
KH Ahmad Hanafiah adalah seorang ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir di Lampung pada tahun 1894. Ia adalah pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar, salah satu pesantren terkemuka di Lampung.
Penganugerahan tanda pahlawan pada KH Ahmad Hanafiah didasarkan atas perannya dalam pertempuran di Kemarung. Kala itu, Ia melawan pasukan Belanda bersama Laskar Hizbullah.
Baca Juga: Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat, Pahlawan Nasional Asal Jepara nan Tangguh