"Karena menurut aku, aku sudah mempekerjakan dia dengan baik, memperlakukan dia dengan baik, tapi gitu deh, perlakuan dia nggak sesuai dengan apa yang aku kasih ke dia. Jadi ada memberikan rasa trauma dan trust issue ke banyak orang," imbuhnya.
Pada kasus ini, rawan warganet yang mudah tersulut dengan bukti-bukti yang hanya diunggah sepotong saja. Pada unggahan akun Instagram yang membocorkan chat kasar Fuji dengan karyawannya tidak menyertakan konteksnya. Apa yang membuat Fuji bisa semarah itu dengan karyawannya.
Hal itu juga yang menjadi puncak permasalahan pada film Budi Pekerti.
Bijak Bersosial Media di Film Budi Pekerti
Pada film Budi Pekerti, terdapat sebuah tokoh yang bernama Bu Prani. Dalam cerita itu Bu Prani sosok yang berprofesi sebagai guru BK. Di mana dari profesinya itu identik sebagai panutan para murid.
Namun, karena potongan videonya yang terlihat seolah sedang misuh di media sosial membuat dirinya dibully di media sosial. Bahkan, karena sebuah video potongan tanpa konteks itu membuat ia harus kehilangan profesinya sebagai guru dan hal itu juga berpengaruh pada kehidupan keluarganya.
Dalam film itu, banyak sekali perspektif yang sangat apik dan dekat dengan kehidupan realitas. Namun, pesan dari film tersebut adalah mengajak semua orang untuk bijak dalam bermain sosial media.
Belum tentu apa yang dilihat di media sosial sesuai dengan kenyataannya. Begitu juga dengan potongan chat kasar Fuji dengan karyawannya.
Jadi, bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai apa yang kita ketik di media sosial membuat permasalahan semakin keruh. Apalagi sampai terhanyut pada aliran adu domba hingga menjatuhkan satu sama lain.
Baca Juga: Fuji Bela Diri Chat Kasar ke Karyawan Bocor, Banyak yang Tak Puas: Dari Awal Muncul Sudah Tengil