
Saat masuk ke perkemahan, kami disuguhkan air mawar untuk mencuci tangan, dan disuguhkan kopi beserta kurma. Seperti diketahui, air mawar dan kurma adalah tradisi Bdaui kuno untuk menyambut tamu.
"Karena orang Badui adalah pengembara gurun, mereka melakukan ini untuk menyegarkan tamu mereka dan menghilangkan bau tidak sedap yang mereka peroleh selama perjalanan," kata Razak.
Sebelum menyantap makan malam, kami diajak berkeliling menyaktikan pembuatan roti dan kopi secara langsung. Sambil menunggu makan malam tradisional tiba, kami juga berkesempatan untuk berkeliling dan menunggang unta.

Sambil menunggu hidangan utama, kami disuguhkan sup lentil, yang merupakan hidangan favorit terutama saat musim dingin. Hidangan ini terdiri dari lentil, bawang merah, lada hitam, jinten, jeruk nipis, ketumbar, kentang, wortel, bawang putih, seledri.
Kemudian kami juga disuguhkan beberapa hidangan pembuka, salah satunya Kibbeh yang menjadi makanan populer pilihan turun temurun. Kibbeh terdiri dari biji-bijian gandum, daging sapi cincang, bawang bombay, rempah-rempah, biji pinus.
Setelah menunggu beberapa saat tibalah hidangan utama disajikan. Salah satu yang paling menarik ialah Traditional Lamb Ouzi, yang melambangkan keramahtamahan bagi masyarakat Dubai. Traditional Lamb Ouzi direbus selama 6 jam di dalam lubang bawah tanah untuk memastikan kelembutan, terlepas dari tulangnya, dan disajikan dengan dua pilihan nasi yang berbeda: Nasi Berbumbu Dengan buncis, bawang bombay, anggur kering, dan bumbu Arab.
Di tengah santap malam, kami juga dihibur dengan musik khas tradisional masyarakat Badui yang mengajak beberapa pengunjung ikut serta di dalamnya.
Untuk menutup malam, kami berbaring di tengah perkemahan sambil menatap bintang yang menjadi atap malam itu. Bagaimana tertarik untuk menjelajahi gurun di Dubai?
Baca Juga: 5 Reality Show Korea Terbaik yang Tayang Tahun 2023, Dijamin Seru Semua!