Alasan Politik Penyebab Prabowo dan Titiek Soeharto Bercerai, 25 Tahun Pisah Sama-sama Tak Lagi Menikah

Rifan Aditya Suara.Com
Kamis, 19 Oktober 2023 | 08:55 WIB
Alasan Politik Penyebab Prabowo dan Titiek Soeharto Bercerai, 25 Tahun Pisah Sama-sama Tak Lagi Menikah
Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto (Instagram/prabowotitiek)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kisah percintaan Prabowo dan Titiek Soeharto memang cukup menarik untuk dibahas. Pasalnya, meski sudah lama bercerai, keduanya masih tetap saling berhubungan baik hingga saat ini. Lalu apakah penyebab Prabowo dan Titiek Soeharto bercerai?

Titiek Soeharto pun telah bergabung dengan Partai Gerindra yang diketuai oleh mantan suaminya. Tak hanya itu, mereka juga seolah ingin menunjukkan rasa cinta yang masih melekat di hati.

Pasalnya baik Prabowo ataupun Titiek Soeharto tidak saling menikah lagi usai 25 tahun bercerai. Sehingga penyebab Prabowo dan Titiek Soeharto bercerai pun dikaitkan dengan alasan politik.

Penyebab Prabowo dan Titiek Bercerai

Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto resmi bercerai pada tahun 1998. Perceraian itu terjadi setelah 15 tahun mereka hidup bersama.

Meskipun sudah bercerai, Prabowo dan Titiek tetap berkomitmen untuk membesarkan dan mendampingi putra semata wayangnya, Didit Prabowo.

Melansir dari berbagai sumber, dalam buku biografi ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo dengan judul Jejak Perlawanan Begawan Pejuang-Sumitro Djojohadikusumo sempat membahas kisah perceraian Prabowo dan Titiek.

Pada tahun 1995, hubungan antara keluarga Sumitro dan Soeharto terbilang merenggang. Sumitro, ayah Prabowo yang bersikap terbuka kerap kali mengkritik kebijakan yang dibuat pada saat kepemimpinan Soeharto.

Tidak hanya itu, Sumitro juga pernah menerima lawan politik Soeharto, yakni H.R. Darsono.

Baca Juga: Diisukan Jadi Bacawapres Prabowo, Erick Thohir masih Dampingi Jokowi di Luar Negeri

Salah satu kritik Sumitro yang membuat Soeharto marah yaitu terkait sinyal kebocoran 30 persen dari dana pembangunan. Padahal saat itu diketahui tiga tahun terakhir sebelum akhirnya Soeharto jatuh dan masa ini terbilang kritis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI