Meski demikian, Kantiana menjelaskan, penting ada batasan di antara orang tua dengan anak yang harus dipahami. Batasan ini perlu diterapkan saat anak mulai beranjak remaja.
“Untuk batasan itu sendiri tentunya batasan nggak cuma berlaku kepada anak angkat. Batasan itu harus diterapkan baik ke anak angkat maupun anak kandung. Batasan ini misalnya fisik, (saat) udah remaja apa saja yang boleh dan apa aja yang nggak,” jelas Kantiana.
Orang tua juga harus menjelaskan masalah privasi bagi anak. Hal ini karena cara orang tua memperlakukan anak ketika mereka masih kecil dan remaja pasti akan berbeda.
“Dan kita juga harus ajarkan mereka tentang masalah privasi dan lain sebagainya. Terus juga kedekatan secara emosional fisik akan berbeda ketika mereka masih anak-anak maupun sudah beranjak dewasa atau remaja. Maka metode cara yang diterapkan juga berbeda,” sambungnya.
Batasan ini juga tidak hanya dijelaskan terkait hubungan anak dengan orang tua tetapi kepada orang lain. Orang tua jelaskan pentingnya batasan-batasan dalam pergaulan demi kebaikan anak itu sendiri.
Meski demikian, orang tua juga harus paham kalau hubungan ikatan antara dirinya dan anak penting. Semakin kuat ikatan dengan anak, ini akan berdampak baik bagi hubungan keduanya. Hanya, orang tua harus bisa menyesuaikan dengan batasan seiring perkembangan usia anak.
“Antara orang tua dan anak angkat memang semestinya emosional bonding memang terjalin. Semakin dekat emosional bandingnya semakin kuat maka lebih bagus gitu berjalan beriringan. Tapi memang emotional bonding ini juga perlu diperhatikan dalam arti orang tua balik lagi parenting maka harus bisa menyeimbangkan memberikan perlakuan yang sesuai,” jelas Kantiana.