Suara.com - Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi salah satu tokoh ulama yang beberapa hari belakangan bersuara lantang membela masyarakat yang terancam tergusur di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Dengan suara lantang, Ustaz Abdul somad meminta kepada ahli hukum atau pengacara untuk membebaskan sejumlah warga yang ditangkap saat demonstrasi mempertahankan tanah yang mereka diami selama ini.
"Kalau menolong seekor anjing saja ada pahalanya, apalagi menolong saudara di Pulau Rempang," ungkap Abdul Somad dalam salah satu ceramanya seperti dikutip melalui kanal Instagram ustadzabdulsomad_official.
Sosoknya menjadi sorotan publik. Banyak yang kemudian penasaran dengan latara belakang dan profil Ustaz Abdul Somad. Dirangkum dari berbagai sumber berikut ini biodata dan profil Ustaz Abdul Somad.
Biodata dan Profil Uztas Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad Batubara, seorang tokoh ulama yang tak diragukan lagi keberpengaruhannya di dunia Islam Indonesia. Lahir pada 18 Mei 1977 di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, beliau dikenal dengan singkatan UAS dan memiliki deretan gelar akademik yang mengesankan, termasuk Ph.D.
Ustaz Abdul Somad adalah seorang pendakwah dan ulama terkemuka yang sering mengulas kajian agama Islam, dengan fokus pada ilmu hadis dan ilmu fikih. Kepakarannya dalam dua bidang ini telah membawa cahaya agama Islam kepada banyak orang. Beliau dikenal atas cara penyampaian gagasan yang tegas dan lugas, yang tak hanya mendalam tetapi juga mudah dipahami.
Selain kajian agama, Ustaz Abdul Somad (UAS) juga aktif dalam membahas isu-isu nasionalisme dan berbagai masalah sosial yang tengah melanda Indonesia. Gagasannya dan pandangannya selalu bersifat konstruktif dan membangun, mencoba mencari solusi terbaik untuk tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa.
Latar Belakang Keluarga
Baca Juga: Profil Hai Phong, Klub Vietnam yang Jadi Lawan Perdana PSM Makassar di Piala AFC 2023
Ustaz Abdul Somad memiliki latar belakang keturunan suku Batak dan Melayu. Ayahnya berasal dari suku Batak, sementara ibunya dari suku Melayu. Keterkaitannya dengan dua budaya ini mungkin menjadi salah satu faktor yang memperkaya wawasan dan pemahamannya terhadap beragam masyarakat di Indonesia.