Suara.com - Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbanyak, pasar hijab di Indonesia pun semakin besar. Hal inilah yang membuat tak sedikit orang mencoba peruntungan di bisnis tersebut. Termasuk wanita muda bernama Via yang mencapai kesuksesan di usia muda berkat brand hijab besutannya.
Pada kanal YouTube Naik Kelas, Via menceritakan kisah sukses yang tak mudah diraihnya. Awalnya, wanita asal Ciamis, Jawa Barat ini memang terbiasa berjualan sejak duduk di bangku SMP.
Menginjak SMA, Via mulai serius dengan hal tersebut, namun karena modal yang terbatas, ia saat itu hanya sebatas menjadi reseller yang menjual produk-pdoruk milik orang lain.
Ketika lulus SMA, Via yang saat itu menekuni usaha masker pun pindah ke kota Bandung untuk bekerja sambil melamar ke perguruan tinggi. Sayang, nasib baik tak menghampirinya. Ia sampai frustasi mencari pekerjaan, dan tak lulus dalam ujian universitas negeri.
"Ikut ke bandung sama orangtua, ada sodara di Bandung mau cari-cari kerja tapi bingung. Daftar testing cuma ngga pernah dapet," kata dia seperti yang Suara.com kutip pada Senin (11/9/2023).

Pada akhirnya, Via memilih ikut saudaranya yang bekerja mengasuh anak-anak. Ia dipanggil bila saudaranya membutuhkan bantuan dan dibayar Rp20 ribu perhari sambil berjualan masker di salah satu e-commerce.
"Itu yang bikin sedih orang lain lagi gimana, aku (malah) bantuin ngurus anak kecil. Dibikin enjoy aja cuma kalo dipikir-pikir, iya ya aku sempet sampe di sana," tambah dia lagi.
Via yang masih merasa bingung dengan masa depannya dan tujuan hidupnya akhirnya berpikir untuk memulai usaha hijab. Ia pun mengganti jualam maskernya dengan hijab yang ia produksi sendiri.
Modal dari uang arisan
Bermodalkan uang arisan yang didapatkannya senilai Rp3 juta, Via pun mulai belanja kain. Karena tak memiliki pengalaman, saat itu dirinya membeli kain kiloan. Sayangnya, jika dihitung, ia malah merugi karena biaya jahit yang tak menentu.