Suara.com - Vagina alias Miss V kerap mengeluarkan cairan putih tanpa disadari. Kondisi itu sering disebut juga dengan keputihan pada vagina. Bahaya atau tidak ya?
Dikutip dari situs Dinas Kesehatan Kulon Progo, keputihan sebenarnya kondisi yang normal terjadi pada perempuan. Akan tetapi, keputihan yang normal teksturnya berupa lendir bening seperti putih susu, tidak menyebabkan vagina gatal, dan tidak berbau.
Terkadang jumlah lendir tersebut dirasa agak berlebihan, akan tetapi semua itu masih termasuk normal. Keputihan normal itu kerap terjadi ketika perempuan sedang dalam masa subur. Cairan itu keluar dari rahim untuk melindungi vagina dari infeksi. Sehingga, keputihan dengan cairan bening jadi tanda juga kalau kondisi vagina sehat.
Kaum hawa perlu waspada bila cairan keputihan itu warnanya justru benar-benar putih seperti susu atau bahkan kuning kehijauan atau kecoklatan, bahkan bisa kemerahan karena adanya darah. Kondisi keputihan seperti itu biasanya juga disertai dengan rasa gatal, panas, dan ada bau yang menyertainya.

Kondisi seperti itu disebut juga dengan keputihan patologis. Ada pun penyebabnya sebagai berikut:
1. Akibat Infeksi Jamur Candidas atau Monilia
Warna keputihan biasanya putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Biasanya, kehamilan, penyakit kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu. Nah, bayi yang baru lahir juga bisa tertular keputihan akibat Candida pada saat persalinan.
2. Infeksi Trichomonas Vaginalis
Infeksi ini ditularkan lewat hubungan seks, perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal, tapi liang vagina nyeri bila ditekan.
Baca Juga: Merawat Miss V, 4 Hal Ini Pantang Dilakukan
3. Infeksi Bakteri Gardnella