MUI Sesalkan Ada Jemaah Haji Bergelimang Emas, Bentuk Perbuatan Riya yang Tidak Disukai Allah SWT?

Kamis, 13 Juli 2023 | 16:04 WIB
MUI Sesalkan Ada Jemaah Haji Bergelimang Emas, Bentuk Perbuatan Riya yang Tidak Disukai Allah SWT?
Hajjah Suarnati via Instagram Terang Media (Ist)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Baru-baru ini, viral seorang jamaah haji asal Sulawesi Selatan bernama Suarnati Daeng Kanang yang pamer perhiasan emas saat tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Muammar Bakry menyayangkan aksi memamerkan perhiasan emas tersebut.

"Ibadah haji itu menunjukkan posisi manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Pada posisi zero, nol. Semua harta dan kenikmatan itu milik Allah, dan itu yang tampilkan di Padang Arafah ketika Wukuf," tutur Muammar Bakry, Senin (11/7/2023), dilansir dari Antara.

Ilustrasi perhiasan emas. [Shutterstock/Kondor83]
Ilustrasi perhiasan emas. [Shutterstock/Kondor83]

Apakah perilaku Suarnati bisa dikatakan riya atau pamer kekayaan? Apa itu riya dalam Islam? Bagaimana cara menghindarinya?

Apa Itu Riya?

Dalam praktik keagamaan, konsep riya atau pamer adalah masalah serius yang perlu dipahami dan dihindari. Riya adalah tindakan beribadah dengan tujuan untuk mendapatkan pujian, pengakuan, atau penghargaan dari orang lain, bukan semata-mata karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Riya bisa merusak niat ikhlas dalam beribadah dan mengurangi nilai spiritualitas dari tindakan tersebut.

Riya terkait erat dengan konsep ikhlas, yaitu keikhlasan dalam beribadah semata-mata untuk Allah SWT tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan dari orang lain.

Ketika seseorang melakukan ibadah dengan niat riya, ia mengorbankan keikhlasan dan mengubah ibadah dari sesuatu yang dijalankan untuk mendekatkan diri kepada Allah menjadi tindakan yang bertujuan untuk mendapatkan perhatian atau pengakuan sosial.

Dalam Al-Quran Surah Al-Ma'un (107:4-6), Allah SWT secara tegas mengingatkan tentang bahaya riya dan pentingnya ikhlas dalam ibadah.

Baca Juga: Hendak Pulang ke Tanah Air, Ayub Yakin Zaman Meninggal Dunia di Pesawat Usai Ibadah Haji

"Dan tidaklah berpahala amal mereka yang dikerjakan dengan riya-riya (dengan maksud agar dilihat orang)."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI