Yuki Kato Bingung Masih Ada Orang Body Shaming: Engga Ada Terlintas Komentar Lebih Baik?

Rabu, 12 Juli 2023 | 15:00 WIB
Yuki Kato Bingung Masih Ada Orang Body Shaming: Engga Ada Terlintas Komentar Lebih Baik?
Momen Yuki Kato Jadi Groomsmen di Nikahan Sahabat (Instagram/@yukikt)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Body shaming, menurut kamus Oxford, ialah perilaku mempermalukan seseorang dengan menghina atau membuat komentar negatif mengenai bentuk atau ukuran tubuh seseorang. 

Ada banyak hal yang menjadi penyebab seseorang melakukan body shaming. Menurut Social Learning Theory Albert Bandura, sebuah perilaku muncul karena hasil dari observasi serta tindakan meniru orang lain di lingkungan sekitar. 

Apabila seorang individu sering menyaksikan atau membaca komentar-komentar yang mengarah ke tindakan body shaming sejak dini, maka besar kemungkinan  dia juga akan melakukan tindakan yang sama kepada orang lain di masa depan. 

Dikutip dari Pijar Psikologi, pengamat sosial sekaligus Ketua Program Studi Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Dr. Devie Rahmawati mengatakan bahwa salah satu penyebab body shaming di Indonesia karena warisan pemikiran akibat post-kolonialisme. 

Pemikiran dan anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa deskripsi cantik atau tampan ialah individu dengan kulit putih, hidung mancung, tubuh langsing, tinggi semampai dan sebagainya. 

Maka dari itu, apabila ada seseorang yang tidak memenuhi deskripsi tersebut, ia tidak bisa dikategorikan sebagai cantik atau tampan. Melainkan termasuk dalam kategori “jelek”, “kurus”, “gemuk” atau panggilan negatif lainnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI