Suara.com - Salah satu problematika bercinta yaitu ketakutan dianggap selingkuh jika bayangkan orang lain saat berhubungan seks, alias melakukan fantasi seksual tapi bukan dengan pasangan.
Psikolog Klinis Dewasa, Inez Kristanti mengatakan saat mengalami hal tersebut langkah pertama yang harus dilakukan, jangan panik. Karena ini bisa jadi disebabkan pikiran yang timbul tiba-tiba tanpa sengaja, dan hal ini normal bagi manusia.
"Jadi jangan langsung panik. Lebih baik tanya ke diri sendiri, apa makna fantasi seksual itu menurut aku ya?" ujar Inez dalam konten edukasi yang diunggah pada 12 Maret 2023.
Jika fantasi seksual yang muncul adalah saat orang tersebut lebih peduli dan menyentuh bagian tubuh tertentu. Bisa jadi itu memang tanda yang diinginkan tubuh saat berhubungan seksual.
"Sentuh aku di bagian-bagian yang aku mau. Oh berarti aku pengennya digituin ya. Nah, itu bisa dikomunikasikan ke pasangan," jelas Inez.
Ia juga menambahkan saat pikiran yang tidak terkontrol itu muncul, bukan berarti ada yang salah dengan hubungan suami istri. Bukan juga sudah tidak lagi cinta, atau melihat pasangan tidak lagi menarik, tidak lagi cantik maupun seksi.
"Kadang, fantasi kita justru kasih info ke kita bagaimana kita ingin diperlakukan saat having sex. Dan itu bisa bermanfaat untuk improve," terang Inez.
Tapi Inez tidak membantah, jika fantasi seksual dengan orang lain terus saja muncul, maka bisa jadi ada yang salah dan disarankan segera introspeksi atau berkonsultasi dengan ahli profesional.
Melansir Psychology Today, Jumat (16/6/2023) fantasi seksual lebih dari sekedar kesenangan atau gairan hubungan intim, tapi juga melibatkan fungsi psikologis.

Fantasi seksual juga kerap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan seks yang tidak bisa dipenuhi secara normal. Inilah kenapa fantasi seksual memberikan kenyamanan saat berhubungan intim.