5 Perubahan Tubuh Perempuan Usai Hubungan Seks Pertama Kali: Vagina Menebal dan Puting Jadi Keras

Senin, 15 Mei 2023 | 18:15 WIB
5 Perubahan Tubuh Perempuan Usai Hubungan Seks Pertama Kali: Vagina Menebal dan Puting Jadi Keras
ilustrasi vagina. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Hubungan seksual untuk pertama kalinya akan jadi pengalaman baru bagi seseorang sehingga bisa jadi menyebabkan adanya perubahan di tubuh, terutama dialami perempuan. Tetapi, perubahan itu sering kali tidak disadari.

Perubahan tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena sifatnya tidak membahayakan juga sementara.

"Enggak usah khawatir yang berlebihan. Perubahan tersebut memang pasti ada karena sebagai respon tubuh akibat aktivitas yang baru saja dilakukan," kata dokter Saddam Ismail dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Senin (15/5/2023).

Hubungan seksual untuk pertama kali juga jadi pertanda kalau tubuh telah aktif secara seksual. Adapun tanda-tanda perubahan yang kemungkinan akan terjadi pada perempuan pasca pertama kali hubungan seksual di antaranya:

1. Bentuk miss v berubah

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Organ kewanitaan termasuk area yang sensitif. Setelah melakukan hubungan intim, elastisitas vagina akan berubah, kondisi itu disesuaikan dengan frekuensi aktivitas seksual yang dilakukan. Selain elastisitas, vagina juga akan terasa lebih tebal dan bengkak. Namun, kondisi itu akan berangsur-angsur pulih ataupun hilang sendiri.

2. Payudara jadi sensitif

Payudara pada perempuan akan mengalami perubahan juga akibat hubungan seksual. Bagian tubuh itu akan lebih sensitif terhadap sentuhan akibat suplai darah ke payudara yang meningkat. Kemudian jaringan payudara juga akan terasa lebih kencang.

3. Puting mengeras 

Baca Juga: Berhubungan Seks Ditutup dengan Menelan Sperma Pasangan, Ternyata Bisa Berefek Bahaya

Selain payudara, puting payudara juga akan mengalami perubahan. Saat melakukan hubungan seksual, puting akan lebih keras dan lebih menonjol serta sensitif. Kondisi ini biasa terjadi saat perempuan sedang dalam puncak gairah, terutama bila sampai klimaks atau orgasme.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI