Ulasan Buku Maksud Lo? A Guide to the Real Indonesian Language: Kebingungan Warga Asing Mempelajari Bahasa Indonesia

Vania Rossa Suara.Com
Jum'at, 12 Mei 2023 | 15:39 WIB
Ulasan Buku Maksud Lo? A Guide to the Real Indonesian Language: Kebingungan Warga Asing Mempelajari Bahasa Indonesia
Buku Maksud Lo? A Guide to the “Real” Indonesian Language karya Brandon Possin
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penggunaan bahasa Indonesia di dunia terus bertumbuh seiring dengan penguatan peran ekonomi, politik, dan diplomasi kebudayaan Indonesia. Menurut data, bahasa Indonesia sendiri sejauh ini telah dipakai oleh lebih dari 300 juta penutur di dunia.

Akses bagi orang asing untuk dapat mempelajari bahasa Indonesia pun kian mudah ditemukan. Orang asing dapat secara formal mengikuti pendidikan bahasa Indonesia maupun belajar secara otodidak melalui internet.

Namun, bahasa Indonesia yang kerap diajarkan merupakan bentuk bahasa Indonesia baku dan justru jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh penutur asli bahasa Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang asing yang baru mempelajari bahasa Indonesia, terutama saat berkomunikasi dengan penutur asli bahasa Indonesia.

Melihat fenomena ini, seorang ekspatriat dari Amerika Serikat, Brandon Possin, meluncurkan buku “Maksud Lo? A Guide to the “Real” Indonesian Language” untuk orang asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia.

Pemilihan judul “Maksud Lo?” digunakan sebagai bentuk ekspresi kebingungan warga asing saat mendengar percakapan informal di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Brandon telah tinggal di Indonesia selama lebih dari lima tahun. Selain menjadi seorang penulis, Brandon adalah seorang diplomat Amerika Serikat selama lebih dari 16 tahun. Berada di Indonesia dan bergaul dengan warga lokal telah memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan Brandon tentang bahasa Indonesia.

Meskipun telah mengikuti pendidikan bahasa Indonesia formal di U.S. State Department’s Language School di Virginia, A.S., Brandon mengalami kesulitan berkomunikasi dengan warga Indonesia, terutama saat berusaha mendengar dan memahami konteks pembicaraan warga Indonesia sehari-hari yang jarang menggunakan bahasa baku.

Dari situ, ia menyadari pentingnya menggunakan bahasa informal untuk percakapan sehari-hari. Hal ini juga yang menginspirasinya untuk meluncurkan buku ini.

Bahkan pengkhususan buku tersebut tidak terbatas dalam lingkup orang asing saja, melainkan Brandon turut meyakini bahwa buku panduan bahasa Indonesia informal tersebut dapat bermanfaat pula bagi penutur bahasa Indonesia yang belum terbiasa dengan bahasa populer yang biasa digunakan di kota-kota besar, terutama ibu kota Jakarta.

Baca Juga: Ulasan Buku Kyai Tanpa Pesantren: Novel Menarik Tentang Pelajaran Spiritual

Buku “Maksud Lo?” ini telah banyak membantu warga asing yang datang ke Indonesia, seperti yang diakui oleh para anggota Outpost, sebuah komunitas travel dan remote working, saat beradaptasi di Indonesia. Dengan mempelajari bahasa Indonesia informal, para anggota dapat lebih mudah berkomunikasi dalam percakapan sehari-hari dengan warga lokal yang tidak seluruhnya menguasai bahasa Inggris dan tidak terbiasa berkomunikasi dengan bahasa baku.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI