Suara.com - Kesuksesan konser girlband Korea Selatan Blackpink di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) akhir pekan lalu tak lepas dari profil sang promotor iMe Indonesia. Dihadiri 70.000-an penonton, konser bertajuk Blackpink World Tour (Born Pink) in Jakarta ini tak lepas dari kritik dan kekecewaan penggemar.
Promotor iMe dikiritk habis-habisan setelah diketahui ada kasus tiket ganda dan sejumlah kursi tak tersedia meski penonton telah membayar untuk kategori Platinum. Padahal para Blink, sebutan untuk penggemar Blackpink ini telah merogoh kocek Rp3,4 juta. Harga ini satu tingkat di bawah VIP yang dipatok Rp3,8 juta.
Tak sampai di situ saja, banyak penonton juga mengeluhkan perlakuan petugas di lapangan yang kurang ramah, termasuk tidak menggubris keluhan kursi yang tidak tersedia.
Profil iMe
Melansir laman Linkedin, iMe International Group of Asia didirikan sejak 2006 sebagai perusahaan promotor konser dan manajemen artis. iMe telah berkembang di sepuluh negara dan menyelenggarakan acara hiburan di lebih dari 50 kota besar di kawasan Asia-Pasifik.
Selama 12 tahun terakhir, iMe secara bertahap mengembangkan konten hiburan yang terdiri dari konser/acara langsung, manajemen artis, promosi dan pemasaran, dan platform interaksi basis penggemar, sebagai elemen bisnis utama.
iMe berkomitmen untuk mengembangkan skalanya dengan menghasilkan strategi yang efektif dalam mengembangkan tim manajemen, bertujuan untuk memberikan hasil yang inovatif dan terbaik untuk semua unit bisnis, dan memanfaatkan keuntungan maksimum dari pendanaan.
Bukan hanya Blackpink, beberapa bintang top Korea Selatan telah banyak bekerja sama dengan iMe. Mereka antara lain EXO, BTS, dan Twice.
Penonton Berebut Kursi
Baca Juga: Krisdayanti Ajak Pembantu hingga Sopir Nonton Blackpink, Beli Tiket Paling Mahal, Tuai Pujian
Akibat kursi yang kurang ini, media sosial dihebohkan dengan berita viral penonton yang berebut kursi dalam konser Blackpink. Bahkan perebutan kursi berlangsung saat sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya.