Suara.com - Gaya hidup mewah para pejabat yang gemar flexing di media sosial seakan terus menjadi sorotan usai kasus Rafael Alun Trisambodo. Kini giliran Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Makassar Andhi Pramono yang 'dikuliti' warganet.
Pasalnya, pada salah satu foto yang diunggah akun Twitter @BosPurwa, Andhi Pramono terlihat tengah mengenakan sebuah jam perak dengan sentuhan biru yang mencolok. Bukan cuma itu, lelaki yang belakangan kedapatan memiliki harta hingga Rp 13 milyar ini juga terlihat mengenakan cincin.
Meski jam tangannya tak terlalu jelas, namun diduga itu merupakan jam tangan mewah keluaran Rolex, serta cincin mahal dari batuan blue saphire.
"Kepala Bea Cukai Makasar, Andhi Pramono. Diduga (menggunakan cincin) Royale Blue Shafire dan jam tangan Rolex," tulis akun Twitter @BosPurwa, dikutip Rabu (8/3/2023).
Meski masih jadi perdebatan jenis Rolex apa yang dipakai Andhi, akun @BosPurwa itu meyakini kalau jam tersebut berupa Rolex Yacht Master.
"Klo dari designnya keliatan Yacht Master-II," lanjutnya.
Ia juga menunjukan tangkapan layar situs Omniluxe yang menjual jam Rolex Yacht Master-II. Sekilas memang tampak mirip dengan terdapat desain biru di tengahnya. Tercatat kalau harga normal jam tersebut mencapai Rp375 juta.
Tentu ini merupakan harga yang fantastis untuk sebuah jam. Tak sedikit yang akhirnya jadi penasaran, mengapa aksesoris yang disukai banyak lelaki tersebut ada yang dijual dengan harga yang murah dan super mahal.
Lantas apa yang membedakan kedua jam ini? Editor Jam Tangan Australian Financial Review Bani McSpedden memberikan jawabannya, seperti yang Suara.com lansir dari dmarge untuk mengedukasi kita semua perihal jenis jam.
Baca Juga: Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Disorot Pamer Harta, Berbuntut Dipanggil Kemenkeu dan KPK
1. Bahan memengaruhi harga