6 Fakta Menarik Hari Perempuan Internasional, Apa yang Melatarbelakanginya?

Dinda Rachmawati Suara.Com
Selasa, 07 Maret 2023 | 15:25 WIB
6 Fakta Menarik Hari Perempuan Internasional, Apa yang Melatarbelakanginya?
Peringatan Hari Perempuan Internasional (Freepik.com/freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Hari Perempuan Internasional atau International Womans Day dirayakan setiap tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Perayaan ini sudah dilakukan sepanjang 100 tahun terakhir, meskipun tujuannya berbeda dari satu negara ke negara lain.

Di beberapa negara, Hari Perempuan International adalah hari protes, di negara lain ini adalah cara untuk merayakan pencapaian perempuan dan mempromosikan kesetaraan gender, bahkan adapula yang menjadikan hari ini sebagai hari libur nasional negara yang bertepatan dengan Hari Ibu.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Hari Perempuan International dan fakta menarik apa yang melatarbelakanginya, berikut daftarnya seperti yang Suara.com rangkum dari Mental Floss.

1. Hari Perempuan Internasional berasal lebih dari 100 tahun yang lalu.

Siapa Clara Zetkin? Pencetus Hari Perempuan Internasional, Hari Perempuan Sedunia (Wikimedia Commons)
Siapa Clara Zetkin? Pencetus Hari Perempuan Internasional, Hari Perempuan Sedunia (Wikimedia Commons)

Pada tanggal 28 Februari 1909, Partai Sosialis Amerika yang sekarang sudah bubar menyelenggarakan Hari Perempuan Nasional pertama, yang berlangsung pada hari Minggu terakhir di bulan Februari. 

Pada tahun 1910, Clara Zetkin—pemimpin Kantor Wanita Jerman untuk Partai Sosial Demokrat—mengusulkan gagasan Hari Perempuan Internasional sedunia, sehingga orang-orang di seluruh dunia dapat merayakannya pada waktu yang sama.

Pada tanggal 19 Maret 1911, Hari Perempuan Internasional pertama diadakan; lebih dari 1 juta orang di Jerman, Swiss, Austria, dan Denmark ambil bagian.

2. Perayaan tersebut membuat perempuan mendapatkan suara di Rusia.

Pada tahun 1917, perempuan di Rusia menghormati hari itu dengan memulai pemogokan untuk “roti dan perdamaian” sebagai cara untuk memprotes Perang Dunia I dan mengadvokasi kesetaraan gender. 

Baca Juga: Kampanye Digital, Mereduksi Maraknya Kekerasan di Hari Perempuan Internasional

Czar Nicholas II, pemimpin negara pada saat itu, tidak terkesan, dan menginstruksikan Jenderal Khabalov dari Distrik Militer Petrograd untuk mengakhiri protes—dan menembak perempuan mana pun yang menolak mundur. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI