Bukan Mr. P, Titik Rangsang Pria Ternyata Ada di Bagian yang Sulit Dijangkau, Bagaimana Menemukannya?

Dinda Rachmawati Suara.Com
Jum'at, 10 Februari 2023 | 07:30 WIB
Bukan Mr. P, Titik Rangsang Pria Ternyata Ada di Bagian yang Sulit Dijangkau, Bagaimana Menemukannya?
Ilustrasi Mr. P jadi titik rangsang pria. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Prostat duduk sekitar 2 inci di dalam rektum. Seseorang dapat memasukkan jari yang bersih dan dilumasi ke dalam anus, dengan jari menunjuk ke arah pusar. 

Menurut Planned Parenthood, prostat sensitif terhadap tekanan. Seseorang dapat menekan perineum, yaitu area antara skrotum dan anus, untuk merangsang prostat.

Pria yang telah berbagi pengalaman mereka tentang orgasme yang dipicu oleh prostat telah menyatakan bahwa mereka mengalami orgasme yang lebih intens dan lebih cepat ketika kelenjar prostat mereka dipijat, baik dengan mainan, jari, atau penis. Jika rangsangan langsung bersentuhan dengan dubur, pria akan merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Bagaimana cara prostat memberikan kesenangan?

Kita tidak tahu persis bagaimana prostat memberikan kesenangan. Satu ulasan 2018 menunjukkan bahwa ada dua cara berbeda di mana prostat dapat memberikan kesenangan.

Teori pertama melibatkan kumpulan saraf yang melekat pada prostat. Saraf ini, disebut pleksus prostat, berasal dari bagian bawah pleksus panggul, yang berada di dekat tulang belakang.

Prostat, penis, dan uretra semuanya melekat pada saraf ini. Orgasme dapat mengaktifkan saraf ini, menghasilkan kenikmatan seksual di area tersebut.

Teori kedua melibatkan otak. Ada kemungkinan bahwa dengan lebih memperhatikan prostat, seseorang dapat memperoleh lebih banyak kesenangan dari waktu ke waktu.

Otak dapat membuat seseorang menjadi lebih terangsang dan menemukan lebih banyak kesenangan dalam rangsangan prostat jika mereka fokus dan berlatih merangsang prostat.

Baca Juga: 4 Tanda Wanita Ingin Berhubungan Seks, Jangan Diabaikan Kode Bahasa Tubuh Ini

Menurut ulasan tersebut, proses ini dapat menyebabkan otak mengharapkan lebih banyak kesenangan setiap kali prostat menerima rangsangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI