Kaesang Pangarep Ngaku Keramas 3 Kali Sehari Setelah Jadi Pengantin Baru, Memang Kenapa Sih?

Dinda Rachmawati
Kaesang Pangarep Ngaku Keramas 3 Kali Sehari Setelah Jadi Pengantin Baru, Memang Kenapa Sih?
Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep (kiri) dan istrinya Erina Gudono menunjukkan buku nikah usai proses ijab kabul saat Akad Nikah di Royal Ambarrukmo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (10/12/2022). [ANTARA FOTO/Setpres/Agus Suparto/Handout/wsj]

Dalam akun Twitternya, putra bungsu Joko Widodo ini malah jadi sering membuat cuitan soal keramas.

Suara.com - Kaesang Pangarep terlihat begitu bahagia dan menikmati status barunya menjadi seorang suami, setelah resmi menikahi Erina Gudono pada 10 Desember 2022 lalu di Yogyakarta. 

Dalam akun Twitternya, putra bungsu Joko Widodo ini malah jadi sering membuat cuitan soal keramas. Bahkan, kata keramas masuk dalam jajaran trending topic hari ini, Selasa (13/11/2022) di Twitter.

Kaesang bahkan mengaku jika dirinya sudah 3 kali keramas dalam sehari kemarin, saat seorang warganet menanyakannya. 

"Baru megang tangan dikit langsung dibilang, "Heh udah mandi aku sayang"," tulisnya mencontohkan ucapan Erina, seperti yang Suara.com kutip.

Baca Juga: Silaturahmi Lebaran ke Rumah Jokowi, Adu Glamor Selvi Ananda Vs Erina Gudono dengan Tas Mewah

Saat dikomplain karena terus keramas, Kaesang sempat berdalih hal tersebut ia lakukan karena cuaca Solo memang sedang panas. 

"Kebetulan Solo lagi panas banget jadi keramas terus biar seger. Ini mungkin habis ini mau keramas lagi," pungkasnya. 

Lantas sebenarnya ada apa sih dengan keramas? Mengapa pengantin baru selalu dihubungkan dengan keramas? Ya, keramas sendiri sebenarnya kata lain dari mandi wajib atau mandi junub, yang dalam Islam wajib dilakukan setelah pasangan suami istri berhubungan seksual.

Karena baru saja menikah, biasanya aktivitas seksual pasangan pengantin baru memang lebih sering dari pasangan menikah lainnya. Sehingga, mereka akhirnya jadi lebih sering mandi wajib untuk membersihkan dirinya. 

Mandi wajib yang diyakini oleh masyarakat adalah mandi yang berbeda dengan mandi biasa, karena dilakukan untuk menghilangkan hadats besar karena bersetubuh atau keluar air mani.

Baca Juga: PSI Siap-siap Gelar Kongres di Solo, Mimpi Jokowi Bentuk Partai Super Tbk Segera Terwujud?

Kedua hal inilah dalam istilah fiqih disebut al-jinabat, karena baik bersetubuh ataupun keluar air mani berarti menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah. Dalam keterangan al-Munawi, keduanya dinamakan jinabat karena jauh dari suci dan hanya bisa kembali suci setelah mandi wajib dilakukan.