Oleh sebab itu, desain stadion satu ini juga memiliki gambaran Qatar di masa lalu dan masa kini sekaligus penghormatan untuk masyarakat setempat. Stadion Al Bayt juga berada di kota Al Khor yang berjarak 35 km dari Doha. Kota ini terkenal dengan penyelaman mutiara dan pemancingannya.
3. Fokus pada sustainability (keberlanjutan)
Uniknya, Stadion Al Bayt telah menerima peringkat kelas A dari Sistem Penilaian Keberlanjutan Global (GSAS) untuk proses desain dan konstruksinya. Hal ini karena stadion ini dirancang dengan menggabungkan praktik penggunaan energi terbaik serta bahan bangunan yang ramah lingkungan.
Kondisi ini juga yang menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia paling ramah lingkungan sepanjang sejarah. Bahkan, konsep perluasan lingkungan hijau juga membentang dari Stadion Al Bayt ke wilayah sekitarnya hingga ke laut.
4. Sudah memiliki rencana ke depan
Stadion Al Bayt juga sudah memiliki rencana ke depan setelah Piala Dunia 2022 berakhir. Nantinya, pada bagian modular atas stadion akan diubah menjadi berbagai fasilitas. Lantai sky box akan diubah menjadi hotel bintang lima, sementara pusat perbelanjaan, pujasera, gym, dan aula serbaguna juga akan digabungkan ke dalam fasilitas tersebut.
Tidak hanya itu, rumah sakit kedokteran olahraga terkemuka Aspetar juga akan dibuka. Taman, lintasan lari dan bersepeda, area bermain, kedai kopi, dan restoran akan dibuka di dalam kawasan stadion Al Bayt. Oleh sebab itu, nantinya akan ada pengurangan jumlah kapasitas kursi penonton.
5. Memiliki desain futuristik
Stadion Al Bayt juga memiliki desain yang luar biasa menawan. Hal ini karena desain yang dibuat menggunakan konsep futuristik. Selain itu, terdapat juga beberapa teknologi pendinginan di dalam stadion. Bahkan, disebutkan ada fasilitas kipas angin sehingga membuat penonton merasa nyaman.
Baca Juga: Cuitan Rasis ke Pemain Bola Piala Dunia 2022 Merajalela di Twitter