Suara.com - Orang dengan kepribadian introvert kerap kali dilihat sebagai individu yang membosankan. Sebab kebalikan dengan ekstrovert, orang introvert pada umumnya cenderung pendiam.
Meski demikian, menjadi introvert bukanlah hal buruk, melainkan ada beberapa keuntungan yang bisa didapat.
Dirangkum dari The Sun, psikolog ternama Dr Audrey Tang, penulis The Leader's Guide To Resilience, mengungkapkan keuntungannya.
Tidak ada tekanan untuk menjadi pusat perhatian
Banyak orang berekspektasi kalau orang ekstrovert bisa menjadikan suasana lebih seru dan cair. Padahal, ada kalanya ekstrovet tidak ingin menjadi 'monyet pertunjukan' sepanjang waktu. Tekanan itu bisa mengakibatkan stres dan kecemasan.
Jika Anda memiliki reputasi sebagai orang yang lebih introvert, maka Anda jarang dipanggil untuk menghibur orang lain.

Motivasi diri yang lebih tinggi
Introvert tidak selalu membutuhkan orang lain untuk memotivasi mereka. Jika mereka ingin melakukan sesuatu, mereka tidak perlu disuruh melakukannya – mereka hanya pergi dan mencari tahu caranya. Sayangnya, mereka mungkin merasa lebih sulit untuk meminta bantuan.
Kepuasan dengan pergi sendiri
Baca Juga: 3 Mitos yang Kerap Disematkan pada Kepribadian Introvert, Ternyata Keliru
Introvert cenderung tidak merasa buruk ketika memutuskan untuk makan siang sendirian, menghabiskan waktu menonton sambil minum kopi, atau berjalan-jalan sendiri. Itu tidak terasa seperti hal yang perlu dikasihani bagi mereka. Justru ini adalah cara mereka untuk mengisi ulang baterai energi.