Suara.com - Keguguran atau janin lahir prematur mungkin jadi persoalan yang sering jadi kekhawatiran banyak ibu hamil.
Saat usia kehamilan sudah masuk bulan keenam, risiko keguguran sebenarnya hampir tidak ada. Tetapi, janin berisiko lahir prematur atau belum cukup bulan.
Mengutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter, di bawah ini akan dijelaskan oleh dokter Jeffry Kristiawan mengenai risiko lahir prematur dan langkah apa yang bisa dilakukan oleh ibu. Sekaligus juga melanjutkan artikel perkembangan janin setiap minggu. Kali ini masuk pada minggu ke 23 dan 24.
Usia 23 Minggu

Usia lahir lima bulan ini, berat janin sudah sekitar 450 gram atau bahkan lebih. Organ dalamnya, terutama pembuluh darah di paru-paru sudah mulai berfungsi dengan baik sehingga janin sudah mulai pelan-pelan belajar untuk bernafas.
Pada kondisi ini janin masih berisiko untuk lahir prematur, meskipun risiko keguguran tidak ada. Akan tetapi, ibu perlu waspada bila terjadi kondisi darurat yang diharuskan bayi lahir prematur atau sebelum usia kehamilannya matang.
Indera pendengaran janin semakin tajam. Sehingga, ia sudah bisa mendengar detak jantung ibunya. Apalagi ibu sedang stres, cemas, atau mungkin ada masalah dengan keluarga, bayi di rahim bisa merasakannya juga. Bahkan kadang merespon dengan gerakan.
Pada kondisi ini juga penampilan ibu sudah berubah, dalam artian terlihat mulai gemuk. Bukan hanya karrna perut yang membesar, tapi juga karrna kenaikan berat badan dan faktor hormon. Sehingga terkadang mengalami mood swing.
Pada usia kandungan ini, ibu perlu menjaga kenaikan berat badan agar jangan terlalu naik drastis. Sebaiknya dikontrol setiap bulan. Selain itu, ibu jangan terlalu lama duduk juga berdiri karrna berisiko membuat kaki bengkak.
Usia 24 Minggu