Selain Rasuna Said, Ini 4 Pahlawan Nasional Wanita yang Memperjuangkan Hak Perempuan Indonesia

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Rabu, 14 September 2022 | 08:51 WIB
Selain Rasuna Said, Ini 4 Pahlawan Nasional Wanita yang Memperjuangkan Hak Perempuan Indonesia
Tampilan Google doodle Rasuna Said. (Google doodle)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

2. Raden Dewi Sartika

Peduli dengan pendidikan kaum perempuan, Dewi Sartika membuat sekolah bernama Sekolah Isteri di Pendopo pada 16 Januari 1904. Lalu, sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri di tahun 1910 dan berubah lagi menjadi Sekolah Raden Dewi pada September 1929.

Membuat tulisan berjudul ”De Inlandsche Vrouw” (Wanita Bumiputera) ia menghendaki adanya persamaan hak antara laki-laki dan wanita. Untuk pekerjaan yang sama dilakukan seorang wanita, harus diberi pendidikan.

3. Nyai Ahmad Dahlan

Lahir dengan nama Siti Walidah, Nyai Ahmad Dahlan merupakan tokoh emansipasi perempuan yang memprakarsai berdirinya perkumpulan Sopo Tresno pada tahun 1914 untuk wanita Islam. Perkumpulan ini fokus pada tiga bidang, yaitu dakwah, pendidikan, dan sosial untuk membina generasi muda, terutama perempuan Islam agar tekun, gigih, dan berpendidikan.

Nyai Ahmad Dahlan terus melakukan perjuangannya bahkan setelah suaminya meninggal dunia.

4. Rohana Kuddus

Rohana Kuddus adalah salah satu pahlawan nasional perempuan yang berasal dari Sumatera Barat. Ia merupakan tokoh pendidik sekaligus tokoh pers pertama yang memperjuangkan hak-hak perempuan lewat media cetak melalui koran Soenting Melajoe yang terbit tahun 1912.

Baca Juga: Google Rayakan Hari Lahir Rasuna Said Lewat Doodle, Perempuan Pejuang Kemerdekaan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI