Dia menolak tawaran untuk memindahkan lemari es "karena melibatkan pekerjaan fisik", perjalanan ke Kamboja, dan tidak menerima permintaan apa pun yang sifatnyaseksual.
Pekan lalu, Shoji duduk berhadapan dengan Aruna Chida, seorang analis data berusia 27 tahun untuk mengobrol ringan sambil minum teh dan kue.
Aruna ingin mengenakan pakaian tradisional India di depan umum, tapi kalau ia ajak teman-temannya malah takut jadi mempermalukan mereka.
Jadi dia berpaling ke Shoji untuk menemaninya.
"Dengan teman-teman saya, saya merasa saya harus menghibur mereka, tetapi dengan orang sewaan [Shoji] saya tidak merasa perlu untuk mengobrol," katanya.
Sebelum Shoji melakukan pekerjaannya, dia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan dan sering dicaci karena "tidak melakukan apa-apa".
"
"Saya mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi kalau menggunakan kemampuan 'tidak melakukan apa-apa' tersebut untuk melayani orang," katanya.
Bisnis menemani orang kini menjadi satu-satunya sumber pendapatan Shoji, yang bisa menghidupi istri dan anaknya.
Baca Juga: Hasil Penelitian: PNS Masih Jadi Pekerjaan Impian Bagi Kaum Muda di Indonesia
Meskipun ia menolak untuk mengungkapkan berapa banyak total penghasilannya, dia mengatakan rata-rata dia menemani satu atau dua klien dalam sehari.