50 Tahun Konvensi Warisan Dunia, UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia Adakan UNESCO Youth Creative Camp

Arendya Nariswari Suara.Com
Senin, 05 September 2022 | 18:23 WIB
50 Tahun Konvensi Warisan Dunia, UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia Adakan UNESCO Youth Creative Camp
UNESCO Youth Creative Camp 2022.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tahun ini, UNESCO Jakarta menjadi tuan rumah UNESCO WH50 Competition – Creative Product yang tengah diadakan selama Juli – September 2022 untuk merayakan peringatan 50 tahun Konvensi Warisan Dunia.

Kompetisi ini mengundang wirausaha muda kreatif dari seluruh Indonesia untuk menggagas dan menciptakan cendera mata unik yang terinspirasi oleh situs Warisan Dunia dan budaya lokal Nusantara.

Momentum ini memberikan peluang yang sangat baik untuk memahami lebih dalam tentang nilai-nilai universal luar biasa yang dibangkitkan melalui Warisan Dunia.

Sebanyak 121 peserta, di antaranya 61% adalah perempuan dan 7 penyandang disabilitas, telah mengikuti rangkaian lokakarya teknis dan pembinaan sampai pada tahap final pemilihan 15 produk paling inovatif.

UNESCO Youth Creative Camp 2022.
UNESCO Youth Creative Camp 2022.

Para finalis berkumpul di Borobudur dan  Yogyakarta, pada tanggal 1-3 September 2022, untuk mengikuti UNESCO Youth Creative  Camp, di mana mereka bertemu dengan para  konservator Situs Warisan Dunia, pakar desain produk dan pengembangan bisnis kreatif  serta mengikuti acara kunjungan ke ruang-ruang seni.

Rangkaian acara Youth Creative Camp ini ditutup dengan acara penutupan sekaligus pengumuman pemenang kompetisi di acara Awarding Night UNESCO Jakarta Youth Creative Camp, pada 3 September 2022 di Hotel Burza, Yogyakarta.

UNESCO Youth Creative Camp 2022.
UNESCO Youth Creative Camp 2022.

Pemenang pertama diraih oleh kepada Jemi Nikolaus Rahangiar asal Semarang dengan produknya Fundanusa yaitu produk Tote Bag menarik yang diciptakan dengan memanfaatkan limbah perca dan dihiasi dengan gambar 3 Situs Warisan Dunia yaitu  Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Subak Bali yang di gambar dengan teknik stencil.

Sedangkan di posisi kedua diperoleh oleh Dheni Nugroho dari Yogyakarta dengan produk Dompet Warisan, yang berupa dompet kecil penyimpan uang dan kartu dengan memakai material limbah kulit. Desain Dompet Warisan ini terinpirasi dari lanskap Warisan Dunia Kawasan Candi Borobudur dalam bentuk siluet.

Posisi ketiga diraih oleh Jessie Setiawati dari Semarang dengan produk Heritage Travel Journal, yaitu sebuah buku jurnal yang bisa direfilan bertujuan memperkenalkan cerita di balik Situs Warisan Dunia di Indonesia melalui halaman-halaman yang berisi konten informatif seperti sejarah situs, peta area, hingga nilai-nilai universal luar biasa yang menjadikan Warisan Dunia.

Baca Juga: Fokus Kembangkan Wisata Geopark Cietuh Palabuhanratu, Pemkab Sukabumi Terus Lakukan Perbaikan

“Acara ini sangat menginspirasi, berkat mentor-juri yang sangat kompeten yaitu Eugenio Hendro, Mirza Aditya, dan Sally Kailola. Mereka memandu kami dalam proses pengembangan produk yang lengkap, termasuk desain, strategi pemasaran, dan kepedulian terhadap dampak lingkungan.– ,” demikian ujar Ameliya Rosita, Finalis WH50 Competition –yang berasal dari Jakarta. Dalam kompetisi ini, Ameliya mengusung RemiKu yaitu  adalah permainan kartu keluarga dengan konten edukatif  tentang Hutan Hujan Sumatera, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI