Terdapat pula foto mengenai bangunan Belanda yang digunakan sebagai benteng di Bukittinggi. Foto pasar di Bukittinggi memperlihatkan para perempuan yang sebagian besar mengenakan penutup kepala.

Mereka memakai busana lengan panjang dan kain batik sebagai bawahan. Foto jadul mengenai suasana pasar di Bukittinggi pada tahun 1933 mendapat beragam komentar dari warganet.
"Perempuan Minang tempo dulu. Tetap sopan, berkebaya, dan pakai selendang," kata salah seorang warganet.
"Kota yang dingin nan indah. Bukittinggi, Koto Gadang yang indah sekali, dengan Gunung Singgalang yang mengelilingi". Rancak Bana," ungkap salah seorang warganet.
"Ciri khas bangsa Indonesia di tempo dulu. Anggun dan bersahaja," pendapat warganet lain.
"Jadi ingat dulu pernah diajak nenek jualan di pasar. Cara menimbang beras pakai kaleng sebagai alat takaran," kenang Mbah Malik.
"Wajah alami perempuan apa adanya. Tanpa pemoles, menjalani hidup serta mencari makan dengan mengharap ridho Tuhan," komentar warganet lainnya. Itulah tadi foto jadul suasana pasar di Bukittinggi pada tahun 1930-an, bagaimana pendapat kalian?