Ketika jenis kelamin seseorang yang ditetapkan saat lahir sejalan dengan identitas gender mereka, mereka kadang-kadang dikenal sebagai cisgender. Misalnya, seseorang yang memiliki anatomi laki-laki dan identitas gender laki-laki disebut cisgender laki-laki, sedangkan dengan anatomi perempuan dan identitas gender perempuan disebut cisgender perempuan.
Seseorang mungkin menggambarkan cara mengkonseptualisasikan gender sebagai biner.
Beberapa orang mungkin tidak dapat mengkonseptualisasikan identitas gender mereka dalam istilah biner. Namun, mereka mungkin masih memiliki perasaan yang kuat tentang jenis kelamin mereka tanpa mengidentifikasi sebagai lelaki atau perempuan.
Beberapa penelitian menyatakan bahwa konsep nonbiner berakar pada gagasan bahwa identitas gender berada pada spektrum daripada menjadi oposisi biner. Orang mungkin mengidentifikasi di seberang, atau bahkan di luar, spektrum ini.
Orang nonbiner mungkin merasa bahwa identitas dan pengalaman gender mereka mencakup aspek biner atau tidak sama sekali. Beberapa orang mungkin juga melihat identitas dan pengalaman mereka sebagai cairan, atau selalu berubah.
Visibilitas sosial identitas non-biner meningkat. Namun, banyak orang tidak sepenuhnya memahami apa artinya menjadi non-biner. Faktanya, satu survei tahun 2015 menemukan bahwa 86% responden nonbiner tidak mengoreksi orang yang salah mengartikannya karena “kebanyakan orang tidak mengerti, jadi mereka tidak mencoba menjelaskannya.”
Perbedaan antara nonbiner dan transgender
Nonbiner adalah istilah umum yang menggambarkan identitas gender yang tidak eksklusif laki-laki atau perempuan.
Transgender mengacu pada seseorang yang tidak mengidentifikasi dengan jenis kelamin mereka yang ditetapkan saat lahir. Misalnya, beberapa orang yang non-biner mengidentifikasi sebagai transgender, tetapi yang lain mungkin masih mengidentifikasi dengan jenis kelamin yang ditetapkan pada saat lahir untuk mendapatkan gelar.
Studi mulai membahas konsep identitas gender nonbiner secara lebih rinci, termasuk konteks sosial politiknya yang lebih luas. Namun, beberapa ulasan masih menyoroti perlunya lebih banyak penelitian di lapangan — terutama mengenai ketidaksetaraan dalam dukungan kesehatan fisik dan mental untuk orang non-biner.