
Dengan tagline Hijab is Our Crown, Luna Hijab hadir untuk menyempurnakan penampilan muslimah Indonesia yang mengutamakan kenyamanan.
Dampak pandemi lebih dari dua tahun juga dirasakan Luna Hijab, omset penjualan turun signifikan. Namun, Luna Hijab mampu bertahan dengan melakukan strategi penjualan saat pandemi, seperti penjualan beralih ke online, serta mengeluarkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan saat pandemi yaitu kerudung instan (bergo), gamis dan masker.
“Kami bersyukur dapat bertahan melewati pandemi hingga saat ini lebih dari satu dekade. Luna Hijab berkembang menjadi salah satu brand fesyen ternama di industri fesyen muslim Indonesia," ungkapnya penuh rasa syukur.
Kini Luna Hijab memiliki 4 toko offline di Kudus, Semarang, Jakarta, dan Bandung. Luna Hijab menaungi lebih dari 400 karyawan, dengan penjualan mencapai rata-rata 2.000 produk varian per bulan.
"Dan dengan menggandeng reseller Luna Hijab semakin kuat melebarkan sayapnya,” tutup Luna.