Suara.com - Saat ini membeli kebutuhan harian seperti makanan, sabun, dan lainnya bisa dilakukan secara daring. Tentu ini sangat memudahkan karena pelanggan tak perlu keluar rumah menuju supermarket karena pesanan akan langsung diantar.
Meski demikian, saat melakukan pemesanan secara daring, ada baiknya untuk tak melakukan pembatalan secara sepihak terlebih jika berpotensi merugikan orang lain. Salah satu contohnya seperti yang dialami wanita yang berbagi kisahnya melalui akun TikTok @maliyahgibbs.
Wanita bernama Maliyah Gibbs ini merupakan seorang pengemudi untuk layanan pengiriman makanan. Ia bercerita menerima pesanan 125 produk dan dibatalkan secara mendadak oleh pelanggannya.
Gibbs mengungkapkan ia seharusnya mendapatkan 7 Dollar AS atau sekitar 105 ribu dari usai menyelesaikan pesanan tersebut. Ia kemudian menjelaskan dirinya sangat marah hingga gemetar dan menangis.
Pembelanjaan itu ia lakukan di Central Market, sebuah toko kelontong gourmet yang berbasis di Texas. Sebenarnya, Gibs hanya sesekali mengambil pesanan antar makanan seperti itu dan kali ini mengambilnya karena bisa mendapatkan tip yang bagus.
Setelah mendapatkan pesanan, ia langsung bergegas ke toko, mengisi keranjang dengan aneka pesanan, menimbang produk, mengambil daging, dan antre dikasir. Saat mengantre inilah tiba-tiba pesanannya menghilang.
Menyadari pesanannya dibatalkan, Gibbs langsung menghubungi pusat bantuan aplikasi. Ia kemudian mendapatkan konfirmasi bahwa benar pesanan tersebut sudah dibatalkan.
"Apa yang harus saya lakukan? Saya telah melakukan semua pekerjaan ini dan saya bahkan tidak mendapatkan kompensasi untuk itu," tulisnya pada pesan tersebut.
Sayangnya, ia justru mendapat jawaban yang tak menyenangkan. Tim aplikasi menyebutnya menuntut bayaran yang tak perlu hingga mengancam akan menonaktifkan akunnya.
Baca Juga: Ketiduran Saat Wisuda Online, Reaksi Panik Orang Tua dan Wisudawan Ini Bikin Ngakak
Menurut situs penyedia layanan ini, pelanggan dapat membatalkan pesanan tanpa biaya, selama pengemudi mereka belum mulai berbelanja. Setelah itu, pelanggan akan dikenakan biaya pembatalan 15 Dollar AS atau sekitar Rp225 ribu.