Prinka lebih memilih agar putranya tersebut menggambar ketika suasana hatinya mendukung. Selain itu, ia juga mengaku hanya menerima permintaan tanpa batas waktu. Hal itu karena ia tidak mau memaksakan putranya dalam melakukan kegiatan menggambar.
“Kalau Dipa enggak mau ya nanti dulu sih, karena beda sama ilustrator lain bisa diatur gitu, kalaupun dia lagi enggak mau terus kita minta, beda gambarnya gitu, jadi mending enggak dipaksa,” ungkap Prinka.
Di samping bakat Dipa yang dimanfaatkan untuk membuat produk, Prinka mengaku tetap memfokuskan demi perkembangan putranya itu. Oleh karena itu, ia tidak pernah meminta putranya melakukan sesuatu. Namun, ketika Dipa gemar melakukan sesuatu, ia mencoba untuk mendukung putranya itu. [Fajar Ramadhan]