Tubuhnya Bergetar Menahan Dingin, Video Penjual Buah di Laut Basah Kuyup Bikin Publik Tak Tega

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:38 WIB
Tubuhnya Bergetar Menahan Dingin, Video Penjual Buah di Laut Basah Kuyup Bikin Publik Tak Tega
Ilustrasi buah-buahan (Pexels.com/ Viktoria Slowikowska)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mencari nafkah bukanlah hal yang mudah bagi banyak orang. Sejumlah orang bahkan rela tubuhnya terjemur panas matahari hingga terguyur hujan badai demi uang untuk membeli sesuap nasi.

Sebuah video yang dibagikan melalui akun TikTok @dennis.580 membuat banyak orang terenyuh. Dalam unggahan itu, terlihat seorang ibu paruh baya menjual aneka buah-buahan dengan perahu sederhana.

Ia berjualan buah-buahan di laut dengan menargetkan pembeli dari penumpang kapal. Aneka buah sepertidukuh, pisang, kelengkeng dan lainnya tampak dutata rapi pada baskom plastik.

Saat itu angin terlihat sangat kencang dan tubuh ibu tersebut sudah basah kuyub. Diduga hujan deras baru saja mengguyur.

Ibu tersebut tampak menahan dingin hingga tubuhnya gemetar. Meski demikian, ia tetap melayani pembeli dengan sangat baik.

Penjual buah di laut kedinginan (TikTok @dennis.580)
Penjual buah di laut kedinginan (TikTok @dennis.580)

Saat ada sedikit buah yang jatuh ke laut, ibu ini dengan sigap mengambil buah baru untuk diberikan ke pelanggan. Ia tampak benar-benar bekerja keras untuk bisa menyambung hidup.

Angin yang bertiup juga membuat kapal dan perahu itu terus bergoyang. Ibu tanpa alas kaki ini tampak sekuat tenaga menjaga keseimbangannya agar tak terjatuh.

Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.

"Sampai gemetar tubuhnya karena kedinginan huhu," komentar seorang warganet.

Baca Juga: Dinas Kelautan dan Perikanan Larang Rumput Laut Kering Dijual Ke Luar Nusa Tenggara Timur

Warganet lain ikut berkomentar. "Ketika orang tua bekerja keras, anak muda sibuk healing," ujar warganet ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI