Suara.com - Tidak ada orang yang ingin menjadi korban perselingkuhan. Saat pasangan selingkuh, salah satu yang paling berat adalah memaafkan pengkhianatan tersebut.
Dikutip dari Times of India, Rabu (13/4/2022), sebuah survei yang dilakukan ETimes Lifestyle mengungkapkan bahwa sebanyak 31 persen responden akan memaafkan pasangan selingkuh. Di sisi lain, tak sedikit pula yang berniat balas dendam dengan cara serupa.
Lalu, apa saja hal-hal yang membuat seseorang memutuskan untuk memaafkan pasangan yang selingkuh?

Kesempatan kedua
Banyak orang percaya bahwa pasangan yang selingkuh berhak mendapatkan kesempatan kedua sehingga tidak langsung mengakhiri hubungan.
Mereka percaya, jika diberi kesempatan lagi, pasangan bisa memperbaiki kesalahannya dan berubah menjadi orang yang lebih baik.
Demi keluarga
Ini adalah keputusan terberat saat perselingkuhan terjadi dalam sebuah pernikahan, terlebih jika sudah punya anak. Orang-orang berusaha keras mengabaikan sakit hati yang dirasakan agar anak-anak mereka tidak perlu menghadapi beban hidup menyakitkan akibat perceraian orangtua.
Mendapatkan bantuan profesional
Baca Juga: 3 Dampak Buruk Terlalu Curiga kepada Pasangan, Harus Dihindari
Banyak orang ingin memaafkan pasangan yang selingkuh, tapi perasaan yang bertentangan di dalam diri menghentikan mereka untuk melakukannya. Konseling pernikahan bisa menjadi salah satu solusi.