Di Indonesia Ada Pawang Hujan, Tapi Negara Lain Lakukan Hal Ini untuk Modifikasi Cuaca

Senin, 21 Maret 2022 | 15:32 WIB
Di Indonesia Ada Pawang Hujan, Tapi Negara Lain Lakukan Hal Ini untuk Modifikasi Cuaca
Pawang hujan lakukan ritual di Sirkuit Mandalika (Instagram/ @klikkalteng)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

4. Rusia Hentikan Hujan Pada Hari Buruh Internasional 2016 Lalu

Ilustrasi Rusia. (Photo by   on Unsplash)
Ilustrasi Rusia. (Photo by on Unsplash)

Mei 2016 lalu, pemerintah Rusia mengalokasikan $1,3 juta untuk sebuah proyek yang dirancang untuk menghentikan hujan yang turun pada Hari Buruh Internasional.

Meskipun ada beberapa proyek yang dijalankan pemerintah, jenis proyek yang paling populer ini melibatkan koordinasi antara pemerintah dan perusahaan swasta. Perusahaan terbesar, Weather Modification Incorporated yang beroperasi di seluruh dunia dan mengklaim dengan jelas bahwa teknologinya berfungsi.

5. Uni Emirat Arab Punya Teknologi Canggih Untuk Penyemaian Awan

Suasana Kota Dubai terlihat dari gedung Burj Khalifa, Kota Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (14/3/2022). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj]
Suasana Kota Dubai terlihat dari gedung Burj Khalifa, Kota Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (14/3/2022). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj]

Uni Emirat Arab, tepatnya Dubai hanua menerima curah hujan 4 inci setiap tahun, membuat musim panas tak tertahankan dan pertanian hampir tidak mungkin (negara ini mengimpor lebih dari 80 persen makanannya).

Saat orang melakukan yang terbaik untuk tetap berada di dalam, sejuk, dan terhidrasi, para ahli di Pusat Meteorologi Nasional negara itu telah memperkenalkan teknologi baru untuk membuat dunia berbeda: menggunakan drone untuk memaksa presipitasi melalui sinar laser.

Dilansir Forbes UEA telah menginvestasikan lebih dari $15 juta pada '9 proyek peningkatan hujan' selama bertahun-tahun, 8 yang pertama menggunakan metode penyemaian awan tradisional. Tetapi negara itu sekarang mengambil pendekatan yang berbeda dalam upaya mereka untuk keamanan air.

Alih-alih menyebarkan partikulat seperti yang dilakukan dalam penyemaian awan tradisional, Pusat Cuaca Emirati menggunakan drone untuk 'menghancurkan' udara agar cuaca menjadi lebih bersahabat.

Drone ini dirancang untuk menargetkan awan tertentu dan menggunakan pelepasan listrik melalui laser terkonsentrasi untuk mengumpulkan tetesan air secara paksa di udara, sehingga memicu curah hujan yang diinginkan.

Baca Juga: Soal Pawang Hujan di MotoGP Mandalika, PKS: Geli, Masih Ada Saja Percaturan Dukun dan Teknologi di Abad Modern

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI