Co-founder dan Head of Operations Evermos Margareth mengatakan, upaya-upaya tersebut merupakan cara untuk mewujudkan cita-cita pemberdayaan perempuan. "Ini adalah sebuah langkah awal yang dimulai dari dalam Evermos, kemudian ke luar," tambahnya.
Sementara itu, pemberdayaan perempuan menjadi satu dari tiga pilar Evermos dalam membangun dampak sosial bersama dengan pemberdayaan komunitas dan inovasi pemberdayaan kalangan sosial-ekonomi bawah.
Saat perempuan bisa membantu pemberdayaan ekonomi keluarga, maka peran mereka menjadi lebih kritis sehingga bisa membangun keluarga yang memiliki nilai kemandirian, nilai karakter, dan nilai sosial.
"Tahun 2022 ini, kami berharap bisa memberdayakan lebih dari 500 ribu perempuan di seluruh Indonesia, kebanyakan dari mereka hanya butuh akses dan kesempatan. Dengan membangun ekonomi keluarga melalui perempuan artinya kita sedang membangun ekonomi nasional", pungkas Iqbal.