Mengenal Catfishing: Penipuan Digital yang Andalkan Identitas Palsu, Sama Seperti yang Dilakukan Simon Leviev?

Risna Halidi Suara.Com
Senin, 07 Maret 2022 | 16:07 WIB
Mengenal Catfishing: Penipuan Digital yang Andalkan Identitas Palsu, Sama Seperti yang Dilakukan Simon Leviev?
Simon Leviev (IG/simon_leviev_official)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Apakah Sama Seperti yang Dilakukan Simon Leviev?

Berbeda seperti yang dilakukan Simon, yang berani memperlihatkan diri di depan korban, pelaku catfishing umumnya menolak melakukan video call, menghindari pertemuan tatap muka, dan membatasi komunikasi hanya melalui chat dan voice call.

Siapa Simon Leviev (IG/simon_leviev_official)
Simon Leviev (IG/simon_leviev_official)

"Kemungkinan besar, pelaku catfishing berperilaku seperti itu untuk melindungi identitasnya agar tidak terbongkar. Jadi, korban tidak akan tahu wajah pelaku catfishing yang sebenarnya," ujar Pemeriksa Fakta MAFINDO, Bentang Febrylian dalam acara serupa.

Dilihat dari sudut pandang ilmu psikologi, Relationship Expert & Psikolog, Dian Wisnuwardhani memandang fenomena catfishing terjadi ketika orang tidak nyaman dengan dirinya sendiri, sehingga pelaku tidak dapat menunjukkan pribadi aslinya tanpa penyamaran.

"Dari sudut pandang psikologi, ini disebut identity confusion, jadi mereka bingung dengan diri mereka sendiri. Ketika kita menggunakan Facebook atau Instagram, lalu sering mengambil foto dengan menggunakan filter dibandingkan tampil alami, ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan kepribadian orang tersebut," pungkas Dian.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI