"Dulu bisnis es krim, bubur, sambal dan gagal dan kena tipu ratusan juta. Sampai akhirnya saya mencoba bisnis comfort healty food and drinks," katanya lagi.
Meski sempat berkali-kali diminta pihak orangtua untuk kembali bekerja kantoran, Richard mengaku menjadi pengusaha merupakan jalah hidupnya.
"Ada rasa bahagia saat melihat orang lain memiliki kehidupan yang jauh lebih baik bekerja di perusahan saya. Sebuah kebahagian bisa menjadi tempat untuk orang-orang bertumbuh dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik tidak hanya dari keungan namun juga karakter."
Berkat kerja kerasnya, pada 2016 lalu ia dinobatkan sebagai Best Young Enterprenuer ASEAN 2016, Asean SME Award 2016 untuk kategori Best Youth Enterprenuership Award, dan Local Champion Teras Usaha Mahasiswa 2015 Bank BRI.
"Menciptakan pengusaha pengusaha baru atau pemimpin-pemimpin perusahan yang memiliki karakter yang hebat dalam memimpin perusahan," pungkasnya.