Wajar saja, pasalnya penjualan di hari pertama sekitar 150 porsi, di hari kedua 300 porsi, dan di hari ketiga sudah lebih dari 300 porsi di sore hari sebelum tutup.
Adapun untuk satu porsi dihargai Rp 80 ribu, yang berisi nasi, kulit babi krispy, satu tusuk sate babi guling, hingga olahan babi merahnya, sayur dan aneka sambal.
Menurut Septian, ia tidak akan menghabiskan semua stoknya untuk seminggu, melainkan akan menahannya hingga satu minggu, khususnya di Sabtu-Minggu saat diprediksi pengunjung pusat perbelanjaan itu sangat ramai.
Hal serupa juga dialami pihak Sate Babi Bawah Pohon Bali yang setiap harinya 1100 hingga 1300 sate daging babi ludes terjual, dengan rerata 10 tusuk sate seharga Rp 90 ribu.
Adapun kedua kuliner melegenda di Bali ini, akan terus memperbaharui stok dagingnya setiap dua hari sekali, melalui pengiriman kargo penerbangan. Tujuannya, agar daging babi yang disajikan selalu fresh.
Perlu diketahui, festival kuliner ini terletak di lantai 1 Hublife, dekat dengan kawasan Food Market.
Selain menikmati kuliner khas Bali, di acara Indonesian Pork Signature juga menghadirkan kuliner khas dari daerah lain seperti Babi Buluh Binyo Manado, Lo Sio Bak Semarang, Siomay Lim Pancoran, Sekba Bektim 999, Nasi Campur 888 Gloria, Charsiew & Sate TGR 99.
Ada juga Iga Bakar Babi Butet, Bagorba Gloria dan juga jajanan menarik seperti Aneka Dimsum dan Bakpao, Choipan Me, Es Durian Iko Gantinyo, Asinan Betawi, Es Podeng.
Transaksi di acara ini hanya menerima pembayaran non tunai.
Baca Juga: Lirik Lagu Imlek Xin Nian Kuai Le dan Artinya, Bisa Diputar saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2022