Suara.com - Di hari pernikahan, tidak sedikit pengantin yang kadang ikut menyumbangkan tarian dalam rangka memeriahkan suasana.
Meski begitu, hari pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia malah berubah menjadi hari perceraian untuk wanita ini.
Melansir Gulf News, pernikahan wanita tersebut tercatat sebagai salah satu kasus perceraian tercepat yang pernah ada di Baghdad. Penyebabnya, pengantin wanita memainkan sebuah lagu Syria yang dinilai terlalu provokatif oleh suami.
Menurut National News Centre, lagu Syria yang dibawakan oleh penyanyi Lamis Kan tersebut memiliki judul Mesaytara atau yang berarti "Aku Dominan" atau "Aku Akan Mengontrolmu".
Baca Juga: Viral Warung Tetap Buka Meski Ada Pesta Pernikahan, Warganet: Nggak Mau Rugi
Lagu dewasa inilah yang disebut-sebut menjadi alasan utama keduanya bercerai meski baru saja menikah.
Di hari pernikahan, pengantin wanita dilaporkan menari mengikuti iringan lagu Mesaytara. Sebagai tambahan, lirik lagu Mesaytara memiliki nuansa dewasa dan provokatif sehingga menyebabkan pengantin pria terkejut.
Bagian pertama lirik lagu Mesaytara sendiri berarti, "Aku dominan, kau akan diatur di bawah perintahku. Aku akan membuatmu gila jika kau melihat gadis lain di jalan."
"Ya, aku dominan, kau adalah remahan gulaku. Selama kau bersamaku, kau akan berada di bawah perintahku. Aku arogan, aku arogan."
Karena pengantin wanita menari mengikuti lirik tersebut, pengantin pria dan keluarganya pun menganggap hal itu sebagai provokasi. Pasangan pengantin ini lantas berargumen dan berakhir bercerai hari itu juga.
Baca Juga: Tenda Pernikahan Blokir Jalan Bikin Tetangga Mau Cuci Darah Tak Berdaya
Ini bukan pertama kalinya lagu Mesaytara menimbulkan kasus perceraian di Timur Tengah. Sebelum ini, seorang pria Yordania juga menceraikan istrinya saat resepsi karena memutar lagu tersebut.