Namun, ayah dan ibu Farah akhirnya setuju setelah melihat kesungguhan sang suami. Farah juga diterima baik oleh keluarga suami.

"Kami ijab kabul pada 2018. Sepanjang 7 tahun kenal dan 3 tahun berumah tangga, tidak ada masalah menyesuaikan diri. Dari segi bahasa, keluarga suami fasih bahasa Melayu. Kalau masalah makan pun tidak masalah, saling menghormati," lanjut Farah.
Kisah Farah yang akrab dengan ibu mertua meski beda agama itu sendiri mengundang banyak komentar dari warganet.
Tidak hanya itu, banyak yang mendoakan ibu mertua Farah sebagai seorang penyintas kanker payudara.
"Saya tidak dapat menggambarkan betapa gembiranya mengetahui Ibu sudah sembuh. Saya hanya ada ibu mertua tempat menumpang kasih."
"Kepada ibu mertua saya, saya ingin ibu tahu saya senantiasa mendoakan kesehatan ibu. Terima kasih karena selalu ada untuk saya dan terima kasih karena menerima saya apa adanya," tutup Farah.