Suara.com - Usai memenuhi panggilan pihak berwenang untuk dimintai keterangan terkait kabur dari karantina di Wisma Atlet, akun instagram influencer Rachel Vennya terpantau menghilang dari penelusuran.
Apa yang dilakukan Rachel, bisa disebut sedang menjalani detoks media sosial. Hal ini juga dilakukan beberapa publik figur saat butuh istirahat sejenak dari media sosial.
Perlu diketahui, rerata setiap orang menghabiskan waktu 1 jam 40 menit per hari untuk melihat situs dan aplikasi media sosial favorit, dan media sosial juga kerap membuat penggunanya stres dan depresi, sehingga penting untuk detoks media sosial.
Berikut ini, 5 manfaat detoks media sosial mengutip Life Hack, Sabtu (23/10/2021).
1. Tidak lagi membandingkan status sosial
Para ilmuwan menemukan banyak orang menggunakan media sosial, akhirnya malah membandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan semua orang yang dikenalnya lewat media sosial.
Hasilnya, ia malah merasa dirinya tidak berharga, dan ini dampak yang sangat serius. Misalnya saat semua orang yang dikenal sudah menikah dan memiliki anak, lalu Anda masih lajang, maka akan merasa kesepian, depresi dan terisolasi.
2. Melindungi privasi diri sendiri
Media sosial adalah salah satu cara untuk tetap berhubungan dan berbagi foto dengan semua orang yang dikenal, termasuk harus membagikan privasi diri sendiri.
Sebaiknya, Anda melakukan detoks media sosial dengan cara menghapus aplikasi dan mengeluarkan akun Anda untuk memberikan perlindungan terbaik bagi diri sendiri.
3. Berhenti merasa bersaing
Sadar atau tidak, media sosial kerap memunculkan sisi kompetitif seseorang. Ini karena setiap reaksi dan komentar dianggap sebagai tolok ukur seberapa populer postingan tersebut.
Baca Juga: Gencarnya Media Sosial, Antara Ancaman atau Keuntungan Bagi Media Massa
Cara ini sangatlah tidak sehat karena bisa menyebabkan kecemasan dan depresi, sehingga rehat sejenak demi kesehatan mental dan menjauh sebentar dari sosial media adalah solusi terbaik.